Perbedaan Sistem Pendidikan Di Indonesia Dengan Amerika
1.
Prinsip pembelajaran menyenangkan.
Di sana tidak terpaku pada rapor sebagai penilai
kepintaran. Ada penilaian tapi tidak ditekankan, lebih ke bagaimana anak itu
bisa mengeksplorasi dan menjelaskan. Kalau di Indonesia seakan-akan anak
disuruh menghafalkan, seperti ada di bawah tekanan. Siswa harus bisa dan
melewati passing grade.
2. Pameran tiap tahun.
Pameran menampilkan hasil penelitian atau
penemuan siswanya. Siswa didorong untuk untuk berani bereksperimen dan mencoba
berbagai hal. Di Indonesia, belum banyak sekolah yang seperti itu. Baahkan
eksperimen saja belum jadi kebudayaan.
3. Siswa di Pennsylvania terbiasa
membaca.
Kebiasaan membaca buku sudah tertanam
sejak kecil. Anak Playgroup pulang sekolah sudah membawa buku-buku ringan
untuk bisa dibacakan orang tuanya. Sedangkan siswa setingkat kelas 3 SD sudah
membaca novel dan buku pengetahuan. Kalau Indonesia? Kamu tentu udah tahu
gimana minat baca di Indonesia.
4. Membaca buku sebelum tidur
Siswa di Pennsylvania memiliki kebiasaan membaca
buku sebelum tidur. Nah kalau siswa Indonesia yang dibaca bukan buku malah
status Facebook.
5. Siswa Pennsylvania sangat senang
belajar sejarah.
Bukan hanya sejarah negaranya, tapi sejarah
dunia. Kalau siswa Indonesia saat ditanya sejarah pasti jawabnya: maaf pak,
saat itu saya belum lahir.
6. Pennsylvania nggak memberlakukan UN.
Di sana tidak ada yang namanya ujian nasional
(UN) untuk menentukan kelulusan. Sedangkan Indonesia masih belum bisa move
on dari UN. Setiap tahunnya UN pasti jadi momok menakutkan bagi siswa
dan keluarganya.
7. Komunikasi orang tua dengan pihak
sekolah berjalan dengan baik.
Tiap ada sesuatu yang nggak beres dengan
anaknya, pihak sekolah pasti mengirimkan emal ke orangtuanya untuk merundingkan
masalah anaknya. Orangtua juga sudah jadi kebiasaan menanyakan perkembangan
anaknya ke sekolah. Di Indonesia, orangtua datang ke sekolah sih.
Tapi cuma buat ambil rapor dan saat anaknya kena masalah besar.
8. Guru disiplin.
Guru harus datang lebih awal dari muridnya. Jam
kosong pun nggak akan ada di sana, karena tiap sekolah sudah menyiapkan guru
pengganti yang akan menggantikan guru yang berhalangan hadir. Sedangkan di
Indonesia, guru aja kadang keluar sekolah untuk belanja di pasar. Nggak ada
pelajaran jadi sesuatu yang menyenangkan bagi siswa Indonesia

Komentar
Posting Komentar
terimakasih telah mengunjungi blog saya, mohon saran nya agar saya dapat memberikan informasi yang bermanfaat